Simkatmawa Untan

Kideco Innovation Challenge 2026, Kategori Essay

Kideco Innovation Challenge 2026 merupakan kompetisi inovasi mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Kideco Jaya Agung bekerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI), Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan tema “Accelerating Sustainable Mining & Energy through AI-IoT Integration.” Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan kreativitas dan kemampuan problem solving dalam menghadapi tantangan industri pertambangan dan energi berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Kompetisi ini diikuti oleh 84 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan babak Grand Final diselengarakan secara luring di Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan pada 05-08 Agustus 2026. Lima tim terbaik hasil seleksi karya esai berkesempatan mempresentasikan dan mempertahankan gagasannya di hadapan Dewan Juri.

KIC 2026 memiliki tiga kategori kompetisi, yaitu Hackathon, Prototype, dan Essay. Pada kategori Essay, peserta ditantang menghadirkan gagasan kritis, solutif, dan aplikatif berbasis AI dan IoT yang relevan dengan tantangan industri masa depan serta mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Tim HEMAT terdiri atas dua mahasiswa dari bidang keilmuan yang berbeda. Afiq Haikal, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, bertindak sebagai Ketua Tim. Afiq memiliki minat pada Artificial Intelligence, IoT, dan sistem kontrol serta aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, kepanitiaan, dan kompetisi. Dalam karya HEMAT, Afiq berperan sebagai perancang sistem untuk optimasi efisiensi bahan bakar dan dekarbonisasi truk hauling tambang.

Sementara itu, Ikbal Sawaludin, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, berperan sebagai anggota tim dan pengembang sistem HEMAT. Ikbal memiliki minat pada Artificial Intelligence, IoT, machine learning, komputasi, dan pengembangan perangkat lunak. Ia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan berbagai karya teknologi, termasuk sebagai penerima pendanaan PKM-KC.

Kolaborasi antara Teknik Elektro dan Teknik Informatika menjadi salah satu kekuatan utama Tim HEMAT dalam mengembangkan gagasan yang mengintegrasikan sistem kendali, sensor, Internet of Things, komputasi edge, dan Artificial Intelligence.

Gagasan HEMAT berangkat dari permasalahan efisiensi penggunaan bahan bakar pada operasional truk hauling pertambangan. Dalam karya tersebut dijelaskan bahwa armada truk hauling telah memiliki sistem telematika yang mampu merekam berbagai data operasional, seperti konsumsi bahan bakar, RPM, posisi gear, jam operasi, payload, dan kondisi mesin. Namun, data tersebut pada dasarnya digunakan untuk pemantauan dan analisis, sementara rekomendasi throttle secara real-time berdasarkan kondisi aktual muatan dan medan belum menjadi bagian dari sistem yang dirancang dalam karya HEMAT.

HEMAT atau Hauling Efficiency Management Through Adaptive Throttle dirancang sebagai sistem pendukung keputusan yang memanfaatkan integrasi AI dan IoT. Sistem menggabungkan informasi mengenai muatan aktual, kemiringan medan, serta data operasional kendaraan untuk menghasilkan rekomendasi throttle dan gear yang lebih sesuai dengan kondisi kendaraan secara real-time.

Pada sisi sensing, HEMAT mengusulkan penggunaan Fiber Bragg Grating (FBG) untuk mengukur muatan, MEMS inclinometer untuk membaca kemiringan ramp, data dari CAN Bus serta telematika OEM, dan kombinasi GPS/IMU untuk membantu pemetaan profil jalan. Data dari berbagai sumber kemudian diproses melalui Kalman filter dan menjadi masukan bagi algoritma Deep Q-Network (DQN).

Model AI tersebut dijalankan pada perangkat edge computing berbasis NVIDIA Jetson Orin NX, sehingga proses inferensi dapat dilakukan langsung pada kendaraan tanpa bergantung sepenuhnya pada koneksi internet. HEMAT juga dirancang menggunakan pendekatan human-in-the-loop, sehingga rekomendasi AI berfungsi sebagai pendukung keputusan dan keputusan akhir tetap berada pada operator.

Dalam kajiannya, Tim HEMAT memproyeksikan bahwa penerapan sistem pada armada truk hauling dapat memberikan potensi penghematan bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon. Pada skenario efisiensi rata-rata 12 persen, karya tersebut memperkirakan potensi penghematan sekitar 20,46 juta liter diesel per tahun dan pengurangan emisi sekitar 33.960 ton CO₂eq per tahun. Pada skenario efisiensi 15 persen, potensi pengurangan emisi diproyeksikan mencapai sekitar 42.450 ton CO₂eq per tahun.

Dari sisi ekonomi, karya HEMAT memperkirakan kebutuhan investasi sekitar Rp63,7 miliar untuk penerapan pada 662 unit truk, termasuk perangkat edge computing, sensor, integrasi CAN Bus, perangkat lunak, instalasi, serta pelatihan operator dan supervisor. Dengan asumsi efisiensi rata-rata 12 persen, karya tersebut memproyeksikan penghematan bersih sekitar Rp506 miliar per tahun dan estimasi pengembalian investasi dalam waktu kurang dari dua bulan. Angka-angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan asumsi dan perhitungan dalam karya, sehingga implementasi lapangan tetap memerlukan validasi melalui tahap pilot project.

Setelah melalui tahap penyisihan dan berhasil masuk dalam lima tim terbaik kategori Esai, Tim HEMAT mempresentasikan gagasannya di hadapan Dewan Juri pada babak final Kideco Innovation Challenge 2026 di Institut Teknologi Kalimantan. Dalam tahap final, penilaian mencakup kualitas solusi, kedalaman analisis, serta kelayakan dan kesesuaian metode yang digunakan.

Hasil akhir kompetisi menempatkan Tim HEMAT dari Universitas Tanjungpura sebagai Juara 1 Kategori Esai Kideco Innovation Challenge 2026.

Bagi Afiq Haikal dan Ikbal Sawaludin, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman dalam mengembangkan gagasan lintas disiplin untuk menjawab permasalahan nyata di industri.

Melalui prestasi ini, mahasiswa Universitas Tanjungpura menunjukkan bahwa kolaborasi lintas bidang keilmuan dapat menghasilkan gagasan inovatif yang mengintegrasikan teknologi, efisiensi industri, dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami berharap, gagasan yang dikembangkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan melalui riset, pengujian, dan kolaborasi dengan dunia industri sehingga memiliki peluang untuk memberikan manfaat nyata bagi sektor pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.” Ujar Afiq selaku ketua Tim.