Simkatmawa Untan

Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Gagasan Untuk Negri PT BAI 2026, Juara 2

Mahasiswa Teknik Elektro UNTAN Raih Juara II KTI Spesial Kemerdekaan PT Borneo Alumina Indonesia 2026

PONTIANAK – Afiq Haikal, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura (UNTAN), berhasil meraih Juara II dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) Spesial Kemerdekaan Gagasan Untuk Negeri 2026 yang diselenggarakan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Kompetisi ini berlangsung secara daring pada 15–27 Agustus 2026 dengan mengangkat tema “Berkarya, Berinovasi, dan Berkolaborasi Menguatkan Hilirisasi untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Dalam kompetisi tersebut, Afiq mengangkat subtema Hilirisasi Industri melalui karya tulis ilmiah berjudul “GREENFIRM: Desain Konseptual Microgrid Hibrida PLTS Biomassa Sawit BESS sebagai Firm-Capacity PPA untuk Mendukung Ekosistem Hilirisasi Bauksit–Alumina–Aluminium BAI–Inalum di Mempawah.” Karya ini berangkat dari pentingnya ketersediaan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengembangan industri pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium di kawasan Mempawah, Kalimantan Barat.

Melalui GREENFIRM, Afiq mengusulkan rancangan konseptual sistem pembangkit listrik hibrida yang mengintegrasikan tiga sumber energi, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), biomassa sawit, dan Battery Energy Storage System (BESS). Ketiganya memiliki peran yang saling melengkapi. PLTS memanfaatkan energi matahari, biomassa sawit menjadi sumber pembangkit yang dapat dioperasikan sesuai kebutuhan, sedangkan BESS berfungsi menyimpan energi sekaligus membantu menjaga kestabilan pasokan listrik.

Gagasan tersebut tidak hanya menyoroti pemanfaatan energi terbarukan, tetapi juga menghubungkannya dengan kebutuhan nyata industri dan potensi sumber daya lokal Kalimantan Barat. GREENFIRM dirancang sebagai salah satu alternatif pasokan listrik berkapasitas terjamin melalui skema Power Purchase Agreement (PPA), dengan harapan dapat mendukung ekosistem hilirisasi bauksit–alumina–aluminium BAI–Inalum sekaligus membuka peluang pemanfaatan biomassa sawit dari daerah sekitar.

Keberhasilan meraih Juara II menjadi pencapaian tersendiri bagi Afiq dalam mengembangkan gagasan di bidang keteknikan yang relevan dengan tantangan industri. Karya ini disusun pada tahap konseptual sehingga masih memerlukan kajian kelayakan, simulasi teknis, dan analisis ekonomi lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara nyata. Meski demikian, gagasan GREENFIRM diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mengeksplorasi solusi energi yang lebih andal, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan industri di Kalimantan Barat.

Mengenal Dunia Industri Lebih Dekat melalui Site Visit PT BAI

Sebagai bagian dari rangkaian apresiasi bagi para finalis, pada 22 Oktober 2026, Afiq bersama para finalis Top 10 Kompetisi KTI Spesial Kemerdekaan mendapatkan kesempatan mengunjungi PT Borneo Alumina Indonesia di Mempawah melalui undangan perusahaan. Kegiatan tersebut meliputi site visit dan sesi seminar serta lokakarya yang memberikan wawasan mengenai dunia industri secara lebih dekat.

Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bagaimana kebutuhan, tantangan, dan proses di lingkungan industri dapat menjadi dasar pengembangan gagasan di dunia akademik. Pertemuan antara mahasiswa dan pelaku industri juga membuka ruang untuk bertukar perspektif, memperluas wawasan, serta melihat peluang penerapan ilmu teknik dalam menjawab persoalan nyata.

Melalui pencapaian ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa Universitas Tanjungpura yang berani mengembangkan ide, mengikuti kompetisi ilmiah, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri. Ke depan, Afiq berharap pengalaman dan gagasan yang diperoleh dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri, khususnya dalam mendukung hilirisasi industri serta pengembangan energi berkelanjutan di Kalimantan Barat.