Simkatmawa Untan

“NAPIGURA EXPEDITION” : MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN DAN PARTISIPASI SOSIAL MASYARAKAT DUSUN SILIT MELALUI EDUKASI ANAK, GOTONG ROYONG, DAN INFORMASI ARAH Tahun 2026

TIM NAPIGURA EXPEDITION Angkatan 42 MAPALA UNTAN telah berhasil melaksanakan kegiatan ekspedisi wajib pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di Dusun Silit, Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, serta kawasan Gunung Berangin dengan ketinggian 1.437 mdpl. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memadukan ekspedisi, penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan kepedulian lingkungan.

Selama berada di Dusun Silit, tim melaksanakan gotong royong dan kegiatan kebersihan lingkungan, penanaman pohon bersama masyarakat, serta edukasi anak-anak SDN 30 Silit melalui lomba mewarnai, menggambar, baca puisi, storytelling, dan penanaman pohon bersama siswa. Tim juga melakukan kegiatan penelitian lapangan melalui wawancara semi-terstruktur dengan masyarakat untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan lokal terkait pemanfaatan tumbuhan hasil hutan bukan kayu. Data yang dikumpulkan mencakup jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta kegunaannya dalam pengobatan sehari-hari. Selain itu, tim juga mencatat persebaran tumbuhan di sekitar wilayah Dusun Silit sebagai bagian dari inventarisasi awal potensi keanekaragaman hayati lokal.

Kegiatan berlangsung dengan keterlibatan masyarakat Dusun Silit serta pihak sekolah, termasuk Ibu Ana selaku Kepala Sekolah SDN 30 Silit beserta guru-guru, dan masyarakat yang turut mendukung kegiatan gotong royong, penanaman pohon, penelitian, serta persiapan pendakian. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendakian Gunung Berangin dan ditutup dengan kepulangan tim ke Pontianak pada 9 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, MAPALA UNTAN tidak hanya melaksanakan ekspedisi, tetapi juga berupaya meninggalkan kontribusi nyata bagi masyarakat, meningkatkan literasi anak, menumbuhkan kepedulian lingkungan, serta memperkuat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat lokal.